Marmer dan granit merupakan material alami yang sering digunakan untuk mempercantik interior maupun eksterior rumah. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, lho. Jika Anda sedang bingung menentukan mana material yang lebih tepat untuk hunian Anda, Anda bisa simak ulasan berikut untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
1. Berdasarkan Pola dan Warna
Perbedaan pertama yang paling mencolok adalah pola dan warna dari kedua jenis batu ini. Marmer memiliki pola urat yang khas, biasanya berbentuk gelombang atau berputar dengan penampilan yang elegan. Urat-urat tersebut terbentuk secara alami dari proses mineralisasi, memberikan karakter unik pada setiap potongan marmer. Warna marmer cenderung lebih lembut, seperti putih, krem, atau abu muda, meskipun ada juga pilihan warna yang lebih gelap.
Sedangkan, granit memiliki pola bintik-bintik granular yang terbentuk dari butiran mineral seperti kuarsa dan feldspar. Pola ini lebih konsisten, meskipun tetap alami, dan memberikan kesan lebih tegas. Warna granit biasanya lebih beragam, mulai dari hitam, abu-abu, merah, hingga biru.
Jika Anda menginginkan tampilan mewah dan lembut, marmer adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda menyukai pola yang lebih tegas dan dinamis, granit lebih cocok untuk kebutuhan Anda.
2. Berdasarkan Komposisi Mineral
Komposisi mineral pada marmer dan granit sangat memengaruhi karakteristik fisiknya. Pada Marmer, komposisinya terbentuk dari batu kapur (limestone) yang mengalami proses metamorfosis, marmer sebagian besar terdiri dari kalsit (kalsium karbonat). Mineral ini memberikan tekstur yang halus, tetapi lebih rentan terhadap asam dan goresan dibandingkan granit.
Sebaliknya, granit adalah batuan beku yang terbentuk dari magma yang mendingin perlahan. Granit kaya akan mineral seperti kuarsa, feldspar, dan mika, yang membuatnya lebih keras dan tahan terhadap goresan serta panas. Komposisi mineral ini menjadikan granit lebih tahan lama untuk penggunaan di area dengan beban tinggi, sedangkan marmer lebih cocok untuk keperluan dekoratif.
3. Berdasarkan Struktur dan Karakteristik
Struktur dan karakteristik fisik kedua batu ini juga memiliki perbedaan yang signifikan. Karena teksturnya yang lebih lunak atau rapuh, marmer lebih rentan terhadap goresan dan noda. Selain itu, marmer bersifat lebih berpori, sehingga cairan seperti minyak atau minuman berwarna bisa meresap dan meninggalkan bekas.
Sedangkan, granit jauh lebih keras dan padat. Ini membuatnya tahan terhadap tekanan dan goresan, sehingga cocok untuk area dengan aktivitas tinggi seperti dapur atau lantai yang sering dilalui.
Jika Anda mencari material yang kuat dan minim perawatan, granit adalah pilihan yang lebih baik. Namun, marmer tetap unggul dalam hal estetika klasik.
4. Berdasarkan Daya Tahan
Ketahanan terhadap berbagai kondisi adalah aspek penting dalam memilih material. Granit memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap panas, goresan, dan tekanan. Material ini tidak mudah rusak meskipun digunakan di area dengan suhu tinggi seperti meja dapur atau area luar ruangan.
Sebaliknya, marmer lebih sensitif terhadap panas dan goresan. Selain itu, bahan kimia asam seperti cuka atau lemon dapat merusak permukaan marmer dengan meninggalkan noda permanen.
Karena sifatnya yang lebih tahan lama, granit sering menjadi pilihan untuk penggunaan di area dengan risiko kerusakan lebih tinggi.
5. Berdasarkan Tempat dan Cara Pengaplikasian
Cara penggunaan marmer dan granit dalam desain rumah juga berbeda. Material marmer sering digunakan di area dengan fungsi dekoratif seperti lantai ruang tamu, dinding kamar mandi, atau meja rias. Kesan mewah yang ditawarkan marmer menjadikannya pilihan populer untuk ruang-ruang yang membutuhkan estetika tinggi.
Sedangkan, granit lebih sering diaplikasikan di area yang membutuhkan ketahanan tinggi seperti countertop dapur, lantai dengan lalu lintas tinggi, atau tangga. Granit juga cocok digunakan di luar ruangan karena tahan terhadap cuaca ekstrem.
Memilih antara marmer dan granit tergantung pada kebutuhan fungsional dan gaya dekorasi yang diinginkan.
6. Berdasarkan Perawatan
Aspek perawatan juga menjadi salah satu perbedaan keramik granit dan marmer yang perlu dipertimbangkan. Marmer memerlukan perhatian ekstra dalam hal perawatan. Permukaannya harus sering dipoles dan dilapisi sealant untuk menjaga keindahannya. Marmer juga lebih mudah ternoda, sehingga Anda perlu segera membersihkan jika ada cairan yang tumpah. Sedangkan, Granit lebih mudah dirawat. Anda hanya perlu membersihkannya dengan cairan pembersih biasa dan tidak memerlukan perawatan rutin seperti marmer. Jika Anda mencari material yang praktis, granit adalah pilihan yang lebih efisien dari segi perawatan.
7. Berdasarkan Harga
Harga antara marmer dan granit dapat bervariasi tergantung pada kualitas, kelangkaan, dan ukuran. Secara umum, marmer cenderung lebih mahal dibandingkan granit. Proses ekstraksi dan polesan yang lebih kompleks serta nilai estetika yang tinggi menjadikannya memiliki harga premium.
Meskipun tidak selalu lebih murah, granit cenderung lebih terjangkau karena lebih melimpah dan proses produksinya relatif lebih sederhana. Bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas, granit bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis tanpa mengorbankan kualitas dan daya tahan.
Pada akhirnya, pilihan antara marmer dan granit sangat bergantung pada kebutuhan, preferensi, dan anggaran Anda. Jika Anda menginginkan tampilan mewah dan elegan untuk area dengan intensitas rendah, marmer adalah pilihan yang ideal. Namun, jika Anda membutuhkan material yang tahan lama dan praktis, granit adalah solusi yang tepat.
Untuk memastikan kualitas terbaik, pertimbangkan menggunakan granit Vellino yang dikenal dengan keindahan dan daya tahannya. Granit Vellino adalah pilihan sempurna untuk mempercantik rumah Anda tanpa khawatir akan perawatan berlebih. Investasikan pada material yang tidak hanya kuat tetapi juga memberikan nilai estetika yang menawan!
Produk Populer

THETA VINCENT BEIGE

THETA NICOLLI WHITE

THETA RAFFINATO WHITE

THETA GIARDINO WHITE