Dalam beberapa dekade terakhir, konsep desain ramah lingkungan semakin populer di kalangan arsitek dan desainer interior. Salah satu tren yang sedang berkembang pesat adalah biophilic design. Desain ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga bertujuan untuk menghadirkan keseimbangan antara manusia dan alam. Penasaran dengan design yang satu ini? Anda bisa simak ulasan lengkapnya pada artikel berikut.

Pengertian Desain Biophilic

Biophilic design berasal dari kata "biophilia," yang berarti cinta terhadap alam. Dalam konteks desain, biophilic design adalah pendekatan yang mengintegrasikan elemen-elemen alam ke dalam lingkungan built-up (lingkungan buatan manusia). Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang mendukung kesejahteraan manusia dengan menghadirkan alam secara langsung maupun tidak langsung ke dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh dari desain biophilic dapat berupa penggunaan tanaman hias di dalam ruangan, pencahayaan alami, material yang terinspirasi oleh alam seperti kayu dan batu, serta visualisasi alam seperti pemandangan taman atau aliran air. Semua elemen ini membantu menciptakan ikatan emosional dan fisik antara manusia dan lingkungan alaminya.

Desain biophilic pertama kali diperkenalkan oleh Edward O. Wilson pada tahun 1984, yang berpendapat bahwa manusia secara naluriah memiliki hubungan mendalam dengan alam. Seiring berjalannya waktu, konsep ini semakin diterapkan dalam arsitektur, interior, hingga desain perkotaan sebagai solusi terhadap masalah kesehatan mental, stres, dan lingkungan hidup yang tidak kondusif.

Keuntungan dari Desain Biophilic

Mengapa konsep biophilic design begitu diminati? Ternyata, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan baik dari segi kesehatan, emosional, maupun lingkungan. Berikut adalah beberapa keuntungan dari penerapan desain biophilic.

1. Meningkatkan Kesejahteraan Mental

Paparan terhadap elemen alam, seperti tanaman hijau atau air mengalir, telah terbukti memiliki efek menenangkan. Ruangan yang dirancang dengan biophilic design dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan suasana hati.

2. Meningkatkan Produktivitas

Beberapa studi menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang menggunakan desain biophilic mampu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Hal ini sangat penting untuk ruangan kantor, di mana individu sering kali membutuhkan suasana yang mendukung fokus dan kreativitas.

3. Meningkatkan Kualitas Udara

Desain biophilic juga memberikan dampak positif terhadap kualitas udara dalam ruangan. Penggunaan tanaman hias, misalnya, dapat membantu menyaring polutan dan menghasilkan oksigen yang lebih segar. Selain itu, sirkulasi udara yang baik merupakan bagian penting dari konsep ini.

4. Efisiensi Energi

Dengan lebih banyak memanfaatkan cahaya alami dan ventilasi alami, biophilic design dapat mengurangi penggunaan energi buatan seperti lampu dan AC. Ini berarti berkontribusi pada penghematan energi sekaligus mendukung lingkungan yang lebih hijau.

5. Meningkatkan Estetika Ruangan

Ruang yang dirancang dengan sentuhan alam akan terasa lebih nyaman dan menenangkan. Penggunaan bahan alami dan pencahayaan yang lembut dapat memberikan nuansa harmoni dan keseimbangan yang tak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga memanjakan mata.

Prinsip (Elemen) Biophilic Design

Agar dapat diterapkan dengan efektif, biophilic design memiliki beberapa prinsip atau elemen dasar yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa elemen penting dalam desain biophilic:

1. Hubungan Visual dengan Alam

Prinsip utama dari biophilic design adalah menciptakan koneksi visual langsung dengan alam. Hal ini bisa dicapai melalui jendela besar yang menampilkan pemandangan luar seperti taman, pohon, atau air. Jika tidak memungkinkan untuk memiliki akses langsung ke alam, Anda bisa menggunakan gambar atau mural dengan tema alam.

2. Pencahayaan Alami

Cahaya alami tidak hanya membuat ruangan terasa lebih cerah dan lapang, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Pencahayaan alami dapat mengatur ritme sirkadian, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas tidur dan energi sehari-hari. Oleh karena itu, jendela besar dan penggunaan skylight sangat dianjurkan dalam penerapan biophilic design.

3. Penggunaan Material Alami

Material yang digunakan dalam desain biophilic sering kali merupakan bahan-bahan yang alami dan berkelanjutan, seperti kayu, batu, tanah liat, dan bambu. Selain itu, tekstur dan pola yang terinspirasi dari alam juga bisa diterapkan pada lantai, dinding, atau furnitur untuk menghadirkan kesan natural dan organik.

4. Integrasi Tanaman

Penggunaan tanaman di dalam ruangan adalah salah satu elemen biophilic design yang paling mudah diterapkan. Tanaman dapat meningkatkan kualitas udara, menyerap karbon dioksida, dan memberikan warna hijau yang menyegarkan pada ruang. Anda bisa menempatkan tanaman dalam pot kecil di sudut ruangan, menggantung tanaman di dinding, atau menciptakan taman vertikal.

5. Suara Alam

Selain visual, biophilic design juga mencakup pengalaman sensorik lainnya, termasuk suara. Anda bisa menambahkan elemen air seperti kolam kecil atau air terjun buatan yang memberikan suara gemericik yang menenangkan. Alternatif lainnya adalah menggunakan teknologi untuk menghadirkan suara-suara alam seperti kicauan burung atau angin yang berdesir.

6. Kualitas Udara dan Sirkulasi

Desain biophilic juga menekankan pentingnya kualitas udara yang baik dan sirkulasi yang lancar. Ventilasi alami melalui jendela atau pintu yang terbuka membantu menjaga aliran udara segar dan mencegah udara dalam ruangan menjadi pengap atau lembap.

Tips Penerapan Desain Biophilic pada Rumah

Setelah mengetahui elemen dan keuntungan dari biophilic design, berikut adalah beberapa tips praktis untuk menerapkannya di rumah Anda.

1. Manfaatkan Cahaya Alami Sebanyak Mungkin

Pastikan rumah Anda memiliki banyak akses terhadap cahaya alami. Gunakan jendela besar atau skylight untuk mengurangi penggunaan lampu di siang hari. Selain hemat energi, cahaya alami juga memberikan kesan ruang yang lebih terang dan segar.

2. Tambahkan Tanaman Hias

Tanaman dalam ruangan tidak hanya mempercantik ruang, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas udara. Anda bisa memilih tanaman seperti monstera, pothos, atau snake plant yang mudah dirawat. Atur tanaman ini di sudut-sudut ruangan atau di dekat jendela untuk menciptakan suasana hijau.

3. Gunakan Material Bertekstur Alami

Penggunaan material alami seperti kayu, batu, atau bambu pada lantai, furnitur, dan dekorasi bisa menghadirkan sentuhan alam ke dalam rumah. Material ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan tekstur yang menenangkan dan natural.

4. Ciptakan Ruang Terbuka

Jika memungkinkan, buatlah ruang terbuka seperti taman kecil atau teras yang dikelilingi tanaman. Tempat ini bisa menjadi area untuk bersantai sambil menikmati udara segar dan suara alam.

5. Integrasikan Air sebagai Elemen Relaksasi

Air adalah elemen penting dalam biophilic design. Anda bisa menambahkan elemen air dalam bentuk air mancur mini atau kolam kecil. Selain menambah estetika, suara air yang mengalir akan memberikan efek relaksasi yang menyenangkan.

6. Pilih Tekstur dan Warna yang Terinspirasi Alam

Warna-warna alam seperti hijau, cokelat, dan biru laut sangat cocok untuk diterapkan pada dinding atau dekorasi. Kombinasikan dengan tekstur-tekstur yang terinspirasi dari kayu, batu, atau pasir untuk menciptakan atmosfer yang menenangkan.

 

Desain biophilic bukan hanya sebuah tren, tetapi sebuah solusi untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat, nyaman, dan harmonis dengan alam. Dengan menghadirkan elemen-elemen alami ke dalam rumah, kita dapat merasakan manfaat fisik dan mental yang luar biasa.

Bagi Anda yang tertarik untuk menerapkan desain biophilic di rumah, penting untuk memilih material yang mendukung konsep ini. Salah satu pilihan yang tepat adalah menggunakan granit Vellino. Dengan tekstur dan motif natural, granit Vellino dapat memberikan sentuhan alam yang elegan pada rumah Anda. Selain itu, kualitasnya yang tinggi menjamin daya tahan dan keindahan ruangan Anda dalam jangka panjang.

vellino

THETA VINCENT BEIGE

vellino

THETA NICOLLI WHITE

vellino

THETA RAFFINATO WHITE

vellino

THETA GIARDINO WHITE

Artikel Terkait

Banners

Inspirasi

10 Rekomendasi Desain Halaman Belakang Rumah dan Pilihan Granitnya

10 Mar 2025

Baca Selengkapnya
Banners

Inspirasi

Ide Desain Rumah Natural dengan Granit Natural

24 Oct 2024

Baca Selengkapnya
Banners

Inspirasi

Desain Rumah Industrial Low Budget, Bikin Betah di Rumah!

21 Jan 2025

Baca Selengkapnya